“Berandai-andai,Mimpi ,Khayalan dan Cita-cita (takkan berhasil tanpa Usaha),”

12:54:00 PM

maapin gue ya kim bum :P *lol

apa kabar?
Pagi-pagi makan manisan,
Siang-siang makan kue,
Buat apa terus-terusan ngerasa bosan,
Mending sekarang simak bacotan gue.



Seandainya nggk ada hari senin, seandainya nggk ada hari selasa, seandainya juga nggk ada hari rabu ataupun kamis pasti jadi lebih bahagia jika yang ada hanya hari jum’at, sabtu dan minggu. Yup, pasti asyikkan buat anak-anak sekolahan belajar dua hari besoknya kita liburan nggk berselang lama kita libur lagi apalagi bagi yang sudah bekerja, kerjanya cuman dihari jum’at eh sabtu- minggu udah libur. Kerja sehari lagi eh libur lagi hmm, enak banget ya? Belum lagi kalo ada tanggal merahnya (jah,sekalian aja nggk usah kerja!). Pasti sebagian dari kita pernah berandai-andai soal hal-hal yang kurang lebih seperti ini. Nah sekarang gue mau tanya, kenapa sih kita harus menggunakan kata “seandainya” hanya untuk keinginan praktis kita aja? Kenapa nggk kita coba untuk pikirkan dan bayangkan “seandainya dalam satu minggu itu bukan cuman ada tujuh hari tapi malah ada sepuluh atau bahkan lima belas hari, gimana? Kita harus belajar selama sembilan hari atau lebih baru kita ketemu dengan yang namanya weekend. Terus dan terus seperti itu, pasti perasaan kita akan selalu jenuh, capek, bosan dan sebagainya. Soalnya lima atau enam hari aja kita ngeluhnya sudah minta ampun kan? apalagi jika sampai sembilan hari lebih.

Atau contoh lain bagi para perempuan pasti sering berandai-andai yang kurang lebih seperti ini. Seandainya wajah gue lebih cantik dari semua artis-artis di Hollywood, seandainya kulit gue putih , wajah gue bersih, manis, terus gue juga tajir, body gue proporsional. Atau seandainya gue seberuntung Kate Middleton, seandainya gue sepintar para profesor, seandainya gue bisa acting,  seandainya suara gue sebagus para diva dunia dan dapat penghargaan di Grammy Award. Seandainya gue sekeren Victoria Beckham dan mempunyai suami tampan macam Beckham. Atau buat para lelaki berpikiran, sendainya wajah gue itu tampan, keren, body gue six pack, tajir, punya cewe cantik-cantik, pintar dan sebagainya.

Maksud gue, kenapa sih kita harus berandai-andai seperti itu? Bukankah itu jadinya sama aja membuat diri kita merasa minder dan tidak bisa mensyukuri apa yang ada didiri kita sekarang ini? malah membuat kita terus-terusan merasa kurang, kurang dan kurang. Merasa hidup ini tidak adil lah dan mungkin yang lebih parahnya sampe ada yang menghalalkan segala cara untuk terlihat lebih sempurna dari orang-orang tersebut. Padahal kita sendiri nggk pernah tahu kan apakah sebenarnya artis-artis di dunia ataupun orang-orang yang kita katakan (beruntung) itu sendiri bahagia dan senang dengan diri dan kehidupan mereka sekarang. Karena kita tahu yang namanya berandai-andai dan mimpi itu nggk akan pernah ada ujungnya. Kita selalu ingin lebih dan lebih untuk menjadi yang paling sempurna, padahal seharusnya kita juga tahu nggk ada satupun manusia didunia ini yang sempurna. Termasuk orang-orang yang kalian katakan “beruntung” itu, semua orang punya kekurangan dan kelebihan masing-masing kok. Jadi yang harus kita lakukan adalah bagaimana caranya bisa membuat kita nyaman dan menutupi kekurangan kita dengan menonjolkan kelebihan yang ada didiri kita. Kita harus yakin, Tuhan sudah menciptakan kita seperti ini dan Tuhan Maha paling Mengetahui mana yang memang terbaik untuk kita. Seharusnya kita syukuri itu semuanya (walaupun memang agak sedikit susah sih ya)

Tapi coba deh kita bandingkan dengan yang sekarang memang (maap) lagi ada dibawah kita, yang setiap harinya harus berjuang mencari uang untuk kebutuhan sehari-hari, mengemis dijalanan, susah payah kesana kemari untuk mencari sesuap nasi dan susah payah membayar semua biaya-biaya kehidupan. Atau orang-orang yang tidak bisa melihat dunia, orang-orang yang tidak dapat bicara, bahkan tidak dapat berjalan dengan kedua kakinya dan masih banyak lagi orang-orang lain yang lebih banyak memiliki kekurangan dibandingkan kita. Dan coba kita pikirkan bagaimana seandainya kita menjadi mereka? Apakah kita masih merasa kurang beruntung dengan keadaan kita sekarang ini Masihkah kita merasa Tuhan itu tidak adil?

Yah, gue sih kagak ngelarang siapa pun untuk berandai-andai atau bermimpi. Jujur aja gue sendiri juga hampir setiap hari berandai-andai /bermimpi dan berkhayal. Karena dengan berandai-andai apa yang gue mau selalu ada dengan berandai-andai juga gue bisa kemana saja dan bertemu siapa saja. Semua itu memang menyenangkan karena kita yang menjadi creator nya (untungnya sih,gue masih waras untuk tidak berkhayal menjadi penguasa dunia haha). Tapi kembali lagi maukah kita terus-terusan terjebak didalam mimpi kita sendiri? Maukah kita terus-terusan mengkhayalkan sesuatu tanpa memikirkan realitas?

Maksud dari artikel gue yang ini, coba deh sekarang kita gunakan kata “seandainya” itu untuk sebuah motivasi. Buat apa kita harus meniru orang lain? tapi buatlah mereka menjadi inspirasi kita. Dan buktikan juga dong kalo kita mampu lebih dari mereka, yah dibarengin dengan usaha juga. Misalnya gini, kalian berpikiran “Seandainya gue itu pintar dan bisa keluar angkasa atau bisa kerja di NASA” (mimpi gue yang ketinggian banget haha). Ini memang khayalan yang bisa dibilang tinggi, tapi kita juga harus percaya nggk ada kok yang gak mungkin didunia ini. Kita nggk pernah tahu kan apa rencana Tuhan nanti, mungkin someday hal yang kita  andaikan bisa terwujud. Dan tak lupa kita juga punya slogan “Gapailah cita-cita mu setinggi langit”. Dan gue tekankan lagi, tapi apakah dengan hanya bercita-cita tanpa usaha itu semua dapat terwujud? nggk kan? Selain itu, kita juga harus melihat realitas. Sudah bersungguh-sungguhkah kita? Mampukah kita dan sudah berusaha kah kita Karena jika ingin mencapai suatu hal itu, kita juga harus lebih berusaha untuk mewujudkannya. Kalo lo mau pintar ya lo belajar, kalo lo mau kaya ya lo kerja, kalo lo mau ini itu nggk akan pernah bisa tanpa sebuah usaha guys. Mungkin benar factor luck juga bisa dikatakan berpengaruh. Tetapi setelah menyimak kutipan dari dedi corbuzer yang tadi malam gue tonton,kurang lebih dia mengatakan seperti ini : saya nggk percaya sama factor luck, karena keberuntungan itu ada diantara kesempatan,kesiapan dan kemampuan”. Artinya, kalo kita bisa sukses dan mencapai impian kita itu bukan semata-mata dari factor luck, melainkan karena kita memang memiliki kesempatan itu, kesiapan untuk mengambil kesempatan dan memiliki kemampuan untuk mewujudkannya.

Yah setidaknya kita tahu takdir memang ditangan Tuhan, tapi bagaimana dengan nasib? Dan inilah gunanya usaha. Karena nasib itu masih bisa kita rubah guys, jika kita memang benar-benar berusaha dan bersungguh-sungguh meminta kepada-Nya (dengan catatan usahanya yang halal ya, jangan mentang-mentang kalo harus mencapai suatu hal dengan cara apapun juga tapi keluar dari jalur norma keagamaan). Dan cobalah untuk mensyukuri apa yang ada sekarang ini serta buatlah kata “seandainya” ini untuk memacu, mendorong atau memotivasi diri kita agar bisa lebih yakin dan percaya, bahwa kita bisa dan kita mampu untuk lebih lebih dan lebih lagi. Membuat kita lebih baik lagi dari sebelumnya sehingga menjadi kata yang positif untuk diri kita di kedepannya nanti. Dan gue berharap, segala usaha kita selama ini mendapatkan balasan yang lebih baik lagi nantinya amin.

Berandai-andai memang sangat menyenangkan, Tapi haruskan kita terus-terusan terjebak didalamnya?
betul tidak?





NB: Postingan ini bukan hanya untuk kalian saja teman, tapi buat diri gue sendiri. Membuat diri gue untuk terus bangkit dan percaya bahwa Allah SWT itu memang Maha Adil dan Maha Mengetahui apa yang memang terbaik untuk gue.


_Have a nice day guys and girls_ 

thanks for reading.
*mohon maap kalo ada kesalahan kata dan makna :)

You Might Also Like

6 komentar

  1. faktor luck itu kadang ada jugaa loooh... pernah dengar kisah seseorang yang luput dari musibah? itu kalo bukan luck, karna apa coba? hehhehe

    ReplyDelete
  2. @Nuel : itu karena adanya kesempatan dari Tuhan untuk membuatnya tetap hidup di dunia.(takdir) :)

    (makasih sudah comment)

    ReplyDelete
  3. super! klo bole saran tata letak tulisannya dibenerin. jadi paragrafnya dirapihin biar enak diliad juga. hehe ^_^

    ReplyDelete
  4. @bang wana haha iya, nanti dirapiin. anw, makasih bang wana, masukannya diterima :)..

    ReplyDelete
  5. jujur, bingung sama pernyataan dedi corbuzier itu. haha #lola

    ReplyDelete
  6. @muhammad artinya sudah gue jelasin kok --> "kalau kita bisa sukses dan mencapai impian kita itu bukan semata-mata dari factor luck , melainkan karena kita memang memiliki kesempatan itu,kesiapan untuk mengambil kesempatan dan memiliki kemampuan untuk mewujudkannya".

    (thanks for reading :) )

    ReplyDelete

Komentarlah dengan bijak :)