"Resiko Saat Menjadi Nasabah Bank"

5:06:00 PM

Hari ini saya ke bank lagi, Seperti biasa melaksanakan tugas kantor. Lagi-lagi saya kesebuah bank yang bisa dikatakan pelayanan nya agak lambat. Sebut saja bank A, Kali ini saya mencairkan sebuah cek dengan jumlah yang tidak sebanyak biasanya. Masih dibawah seratus juta. Biasanya kalau diatas seratus juta, saya mesti mengisi berkas untuk data pribadi saya. Atau kalau sudah memilikinya saya mesti di cek terlebih dahulu. Emang lumayan cerewet prosedur di bank A ini.

Karena kali ini pencairan dana saya masih dibawah seratus juta, maka tidak perlu melalui hal-hal itu. Dan kebetulan hari ini nasabahnya tidak begitu banyak atau bisa dibilang lumayan sepi. Jadi waktu saya datang ke bank tersebut, nomor antrian saya langsung dipanggil. Saya berhadapan dengan teller, karena sudah terbiasa jadi saya tidak memiliki firasat apa-apa. Saya hanya melihat jumlah uang yang teller itu hitung di mesin penghitung. Prosesnya tak lama, saya pun selesai dan menuju bank selanjutnya. Atau kita ganti dengan nama bank B.

Di bank B ini pun sama tidak seramai biasanya, tetapi tetap saja saya mesti mengantri dan itu pun harus berdiri. Hampir 10menit saya berdiri, akhirnya sampai juga saya didepan teller. Saat saya memberikan slip dan uangnya, Teller itu pun langsung memproses transaksi saya. Di saat tellernya mengecheck uang saya ternyata ada terselip satu lembar uang palsu seratus ribu di sana. Tellernya ngomong ke saya kalau uang tersebut palsu. Saya bingung, kok bisa ada uang palsu? Tellernya pun menjelaskan ke saya uang tersebut saat di scan tidak menyala dan kertasnya juga berbeda. Dan saat saya pegang uang itu, sekasat mata memang tampak sama. Bahkan ada bayangan gambar air juga saat diterawang. Tetapi,saat diraba ternyata kertasnya memang sedikit berbeda. Kertas Uangnya persis seperti uang mainan yang biasa di jual sama tukang mainan di pinggir jalan atau depan sekolahan anak SD.

Akhirnya Terpaksa saya harus menyerahkan uang lagi untuk menggenapkan setoran saya. Awalnya saya berencana untuk mengambil uang palsu tersebut, siapa tau bisa menjadi bukti dan dapat mengganti kerugian saya. Tetapi ternyata uang itu mesti ditarik oleh bank B, tellernya bilang uang ini mesti diserahkan ke Bank Indonesia. Dan saya mesti mengisi form yang berisi tentang data diri saya dan pernyataan uang palsu tersebut. Wah, tercorenglah nama saya kalau begini caranya. Tellernya pun berbincang sedikit dengan saya, saya jelaskan bahwa saya mendapatkan uang tersebut baru saja dari bank A. Tellernya bilang "wah berarti mereka kecolongan". Yah mau gimana lagi bank A yang teledor nasabah yang kena apesnya. Dan sayalah korbannya saat ini.

Lalu, Saya pun di berikan tanda terima dan fotocopy uang palsunya. Ingin rasanya kembali ke bank A untuk meminta pertanggung jawaban. Tapi saya urungkan niat saya tersebut, soalnya bisa saja bank tersebut berkelit dan mengatakan bahwa belum tentu uang yang saya setor tadi dari mereka. Karena memang tidak ada bukti pasti bahwa itu dari bank A. Seandainya saja setiap uang itu memiliki cap dari bank mana saja, maka saya pun dapat bukti kuat untuk meminta pertanggung jawaban. Tapi yasudahlah, ini memang sudah resiko pekerjaan saya dan resiko seorang nasabah. Kadang kalau teller teledor dan kurang dalam memberikan uang, tetap juga kita (nasabah) yang menanggungnya. Karena prinsip mereka setelah meninggalkan teller maka mereka tak menerima keluhan atau protes apapun juga. Dan bagi nasabah yang penarikan uang besar hanya bisa iklas dengan peraturan ini. Padahal banyak kasus dimana terkadang ada uang yang terselip tak sesuai nominalnya.

Seperti kasus beberapa teman saya, ada yang terselip uang Rp 10.000,- ditengah-tengah uang Rp 100.000,- an. Terpaksa mengganti rugi sebesar Rp 90.000,- atau ada juga yang terselip uang Rp 10.000,- beberapa lembar di tumpukan uang Rp 20.000,-. Saya juga pernah mengalami hal ini, tapi bedanya saya dua kali mendapat uang lebih. Pada saat itu saya hanya tahu bahwa dalam satu gepok/ikatan itu genap 100 lembar. Tapi saat saya setor lagi dibank lain ternyata uangnya terselip nominal Rp 20.000,- sebesar dua lembar. Otomatis uang yang diserahkan kelebihan Rp 20.000,-. karena saya pikir itu bukan hak saya. Maka, saya kembalikan ke Teller sebelumnya. Pernah juga , saya dapat kelebihan satu lembar Rp 50.000,-. Waktu saya kembalikan uangnya ke teller, dia bingung sendiri kenapa bisa kelebihan. Yah, Kalau kelebihan gini kita bisa saja mengembalikan ke Tellernya. tapi giliran kita mendapat kekurangan, kita juga yang menanggungnya. Pernah juga waktu itu ada teller di sebuah "bank A" yang menelpon saya dengan mengatakan apakah uang saya kelebihan satu juta rupiah? dan meminta saya untuk kembali ke " bank A". Padahal waktu saya setor di bank lain uang saya malah kurang lima ribu rupiah. waktu saya balik ke " bank A" saya perlihatkan bukti transfer saya dan jumlah uang saya ke teller tersebut. Karena saya sudah sering kesana, jadi kami sudah saling kenal satu sama lain. Alhamdulillah aja sih tellernya masih mempercayai saya bahwa memang uang yang saya terima tidak lebih dan dia pun memberikan uang lima ribu kekurangan saya. Kalau saya tidak jujur, buat apa saya repot-repot balik ke " bank A" padahal saya juga sangat sibuk dengan kerjaan saya.

Selain keteledoran dalam jumlah uang terkadang, ada juga terselip uang robek di tumpukan uang yang saya tarik. Ada beberapa yang dapat ditukarkan, namun ada juga yang tidak dapat ditukarkan. Saya sering dapat saran untuk kembali menyelipkan uang itu di tumpukan uang yang lainnya dan menyetorkannya ke bank. Tapi terkadang ada teller yang teliti dan tak mau menerimanya. Lagian, saya mikir juga kasihan teller di bank lain misal gara-gara keteledoran teller di bank si A dan ternyata uang robek  tersebut  tak dapat ditukarkan di bank si B atau C. Maka akan menjadi tanggungan si teller bukan? karena sama-sama sebagai pekerja dan karyawan saya pun merasa tak tega, bahkan teller jugakan manusia yang terkadang khilaf dan salah.

Yah semua ini saya jadikan sebagai pengalaman dan resiko dalam pekerjaan saya. Untungnya ada kebijakan di kantor saya yang mau mengganti kerugian saya asalkan ada bukti tentang uang palsu tersebut. Hanya saja yang saya kecewakan, tolong untuk pihak bank lebih teliti lagi dalam menerima uang yang ada. Karena hal ini sangat merugikan bagi para nasabah. Apalagi kita minim pengetahuan tentang uang palsu. Kalau begini terus siapa yang mesti disalahkan? nasabahkah atau Teller? Dan siapa yang harus bertanggung jawab?






_btw, thanks for reading all_

You Might Also Like

2 komentar

  1. wah ternyata gitu ya resikonyaa , uang palsu .. susah juga

    ReplyDelete
  2. Pengen yang lebih seru ...
    Ayo kunjungi www.asianbet77.com
    Buktikan sendiri ..

    Real Play = Real Money

    - Bonus Promo Red Card pertandingan manapun .
    - Bonus Mixparlay .
    - Bonus Tangkasnet setiap hari .
    - New Produk Sabung Ayam ( minimal bet sangat ringan ) .
    - Referal 5 + 1 % ( seumur hidup ) .
    - Cash Back up to 10 % .
    - Bonus Royalty Rewards setiap bulan .

    untuk Informasi lebih jelasnya silahkan hubungi CS kami :
    - YM : op1_asianbet77@yahoo.com
    - EMAIL : asianbet77@yahoo.com
    - WHATSAPP : +63 905 213 7234
    - WECHAT : asianbet_77
    - SMS CENTER : +63 905 209 8162
    - PIN BB : 2B4BB06A / 28339A41

    Salam Admin ,
    http://asianbet77.com/

    ReplyDelete

Komentarlah dengan bijak :)